Dominasi Presenter Wanita Cantik pada Program Olahraga di Televisi

Latar Belakang

 

Dewasa ini program-program televisi di dunia sangat beragam, segmennya pun sangat bervariasi, dari mulai program berita (news) yang mengarah pada segmen dewasa, program reality show, Film Televisi (FTV), dan sinetron yang menyasar remaja dan ibu rumah tangga, ada juga program yang khusus untuk mendidik anak-anak mengenal dunia sekitar seperti discovery channel, ada juga ajang pencarian bakat seperti America Got Talent, American Idol, yang beberapa diadopsi oleh beberapa stasiun Televisi di Indonesia, ada juga program kuis serta banyak pula program yang menyasar segmen yang sangat spesifik seperti program pimp my ride yang menyasar anak muda yang hobi memodivikasi mobil, ada juga program-program olahraga tertntu seperti sepak bola dan MotoGP yang menyasar khalayak yang memang memiliki ketertarikan untuk menyaksikan informasi dari olahraga yang digemarinya tersebut.

Ya, begitu banyak memang program televisi saat ini, bukan hanya di Amerika ataupun Negara-negara Eropa, di Indonesia-pun begitu. Banyak sekali program televisi yang saat ini begitu informatif dan menyasar khalayak yang spesifik seperti yang diperbincangkan di awal tadi. Berbicara mengenai spesifkasi khalayak, program olahraga nampaknya menjadi program yang sangat spesifik yang dapat dinikmati khalayak. Karena program olahraga biasanya mengambil khalayak pecinta olahraga yang ingin menikmati informasi dari olahraga kesukaanya, ambil saja salah satu contoh di Indonesia, yaitu program One Stop Football yang tayang di Trans7, program ini sangat jelas menyasar khalayak yang memiliki hobi atau ketertarikan pada sepak bola. Selain program tersebut, masih banyak program-program olahraga yang dapat kita cermati, berikut ini adalah tabel program-program olahaga di beberapa stasiun TV di Indonesia.

No Stasiun TV Nama Program Olahraga
1. TVRI Monitor Olahraga

Gelanggang ke Gelanggang

Arena ke Arena

Speedometer

2. ANTV Lensa Olahraga

Kampiun

Total Football

3. Metro TV Metro Sports

Sports Club

Spirit Football

Bundes Liga Kick off

4. TV One Kabar Arena

Soccer One

ProLiga Volly

5. MNC TV MNC Sport
6. Trans7 Sport7

Sport7 Malam

Galeri Sepak Bola Indonesia

One Stop Football

Highlight MotoGP

 

Namun, dibalik beragamnya program olahraga yang ditayangkan di televisi, terdapat satu hal yang dapat kita cermati bersama, yaitu sebagian besar dari program olahraga di televisi dibawakan oleh wanita sebagai presenternya. Hal ini perlu kita cermati bersama, karena sebagian besar penikmat program olahraga di televisi adalah laki-laki, dan rata-rata pembawa acara program tersebut adalah wanita. Tentu saja sangat ironis bukan ? Dibawah ini ada sederet presenter wanita yang pernah membawakan program olahraga di TV.

No Nama Presenter Program yang Dibawakan
1. Efranda Stephanus Lensa Olahraga ANTV
2. Lucy Wiryono Highlight MotoGP, Sport7, Sportivo, World Superbike, Galeri Sepak Bola Indonesia
3. Fenita Arie Highlight MotoGP
4. Fiantika Ambadar Sport7
5. Soraya Hylmi Highlight MotoGP, Sport7 Pagi
6. Widya Saputra MotoGP, Asian Beach Game ESPN, ProLiga, Metro Sport, Spirit football
7. Yuanita Christiani MotoGP, Asian Football Club, Liga Djarum Indonesia
8. Terry Putri Sport7, One Stop Football
9. Anindita Witoelar Sport7, Galleri Sepak Bola Indonesia
10. Leoni Vh Galleri Sepak Bola Indonesia
12. Deasy Novianty One Stop Football
13. Donna Agnesia Piala Dunia 2006
14. Monica Desideria Lensa Olahraga
15. Putri Violla Kabar Arena TV One

 

Dalam makalah ini akan dibahas secara spesifik menganai salah satu program olahraga yaitu One Stop Football sebuah acara televisi yang mengupas segala informasi dari dunia persepakbolaan dunia. Banyak hal yang akan dibahas seputar sepak bola, diantaranya adalah Hasil pertandingan terkini serta cuplikan pertandingan paling actual, profil pemain, pelatih, serta klub yang sedang hangat diperbincangkan dan menjadi headline, feature seputar sepakbola dunia, serta informasi terkini dari sepakbola Indonesia.

Sudah dapat dipastikan, melihat profil program One Stop Football yang ditayangkan setiap hari Sabtu dan Minggu di Trans 7 sebagian segmennya adalah laki-laki karena memang mayoritas maniak sepak bola adalah laki-laki dan pertandingan sepak bola memang sangat digandrungi oleh kaum adam tersebut. Tidak bertolak belakang dengan program olah raga yang lainnya yang memiliki presenter yang cantik, sporty, dan enerjik, One Stop Football memiliki dua presenter andalan, yaitu Deasy Noviyanti dan Terry Putri dimana keduanya adalah presenter cantik, menarik, sporty dan enerjik. Dan apabila kita cermati lebih dalam lagi sebagian besar mereka ketika memandu program One Stop Football di Trans 7 menggunakan kostum atau pakaian yang menunjukkan kemolekan tubuhnya supaya terlihat sporty dan enerjik, hal ini yang akan kita bahas dalam makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perumusan Masalah

 

Tabel diatas telah menunjukkan bahwa sederet presenter wanita menghiasi layar kaca dalam membawakan program olahraga. Salah satu yang disoroti adalah program One Stop Football yang membahas seputar dunia sepak bola dari dalam dan luar negeri yang kdipandu oleh Terry Putri atau Deasy Novianti. Dimana dalam membawakan program tersebut kedua presenter ini kerap menggunakan pakaian yang terbuka dengan tujuan agar terlihat menarik, seksi dan sporty. Namun di sisi lain muncul pertanyaan mengapa program One Stop Football yang diperankan, digemari, serta permainannya didominasi oleh kaum laki-laki dipandu oleh presenter wanita yang notabene cantik dan menarik perhatian.

Untuk menjawab pertanyaan besar diatas, maka ada beberapa cara pandang yang dapat digunakan berdasarkan teori yang tersedia yang berkaitan dengan komunikasi massa, komunikasi gender, psikologi komunikasi, dan beberapa studi media dan pemasaran. Dalam perspektif media dan pemasaran serta hubungannya dengan psikologi komunikasi, maka penggunaan presenter wanita pada program olahraga yang tentunya penontonnya akan didominasi oleh kaum laki-laki sangatlah tepat, karena pada dasarnya dalam memasarkan sebuah program tentunya media akan memilih pendekatan-pendekatan yang efektif seperti halnya ketertarikan laki-laki terhadap perempuan yang dimanfaatkan media dalam menempatkan presenter wanita pada program yang penontonnya didominasi oleh kaum pria.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konsep Teoritis

 

Feminisme Eksistensialis

 

Berbeda dengan sudut komunikasi gender. Komunikasi gender menakankan pada interaksi antara individu pria dan wanita dalam konteks hubungan, kelompok, organisasi, media dan masyarakat untuk menciptakan dan mempertukarkan pesan melalui simbol-simbol bermakna dalam rangka konstruksi peran maskulin & feminin sesuai dengan lingkungan mereka. Dalam tema yang diangkat, kita sekilas telah memperbincangkan media sebagai saluran komunikasi melalui program olahraga dengan presenter wanita sebagai simbol dalam mempertukarkan pesan-pesan komunikasi. Dalam kajian komunikasi gender yang hubungannya dengan komunikasi melalui media dalam program olahraga di televisi yang presenternya didominasi oleh kaum wanita, maka kita akan banyak mengkaji tentang teori feminisme, yaitu bagaimana peran wanita sebagai feminin, bagaimana kaum laki-laki memandang wanita dalam konteks “second sex”. Dalam materi yang kita kaji diatas, maka kita akan lebih menitikberatkan pada aliran feminisme eksistensialis dimana perempuan dianggap sebagai the second sex yaitu jenis kelamin kedua yang menganggap dirinya sebagai liyan, berbeda dengan laki-laki yang menganggap dirinya adalah Sang Diri yaitu dia ada untuk dirinya sendiri, namun liyan ada untuk Sang Diri, dimana wanita dianggap sebagai objek yaitu sesuatu yang dikuasai oleh Diri atau subjeknya.

Hal yang paling menarik dalam mempelajari teori feminism eksistensialis adalah bagaimana kita memandang peran kita dalam dunia ini. Jean Paul Sartre yang mengungkapkan ada tiga tipe keberadaan manusia di dunia ini yaitu :

  • Being in itself, merupakan suatu gagasan metafisika/ ontologi yang melihat ada yang padat dan penuh.
  • Being for itself, ada yang bercelah atau tidak penuh dikarenakan sebagai manusia kita tidak sempurna selalu ada kekurangannya, dan oleh karena itu manusia dilahirkan untuk bebas dan berkesadaran
  • Being for others, lebih ditekankan pada relasi sosial dimana manusia saling mengobyekkan satu sama lain, subyek berusaha mengobyekkan subyek lain.

Konsep ini menekankan manusia berada pada peran terpentingnya ketika dia bisa menjadi Being for itself. Pada feminisme eksistensialis, wanita selalu menjadi obyek bagi laki-laki yang memiliki sifat patriarki, maka dari itu salah satu tokoh feminisme eksistensialis yaitu Simone de Beauvoir mengatakan bahwa dunia perempuan selalu akan dimasukkan kedalam dunia laki-laki sebagai bukti penguasaan laki-laki terhadap perempuan.

Lebih dari itu, Beauvoir memberikan gambaran tentang mitos yang terdapat pada perempuan, dengan menghubungkan pada lima pengarang sastra laki-laki, yang secara ringkas, menekankan bahwa perempuan yang ideal adalah perempuan yang dipuja laki-laki, mereka yang mengorbankan diri untuk memenuhi hasrat laki-laki berapapun harga yang harus dibayar atas dirinya. Selain itu, Beauvoir memberikan konsep terhadap tiga jenis perempuan yang memainkan perannya hingga puncak, mereka adalah :

  • Pelacur, dimana mereka selalu dengan rela dijadikan obyek bagi laki-laki, terutama mereka rela dijajah dari sudut tubuh dan sex.
  • Perempuan Narsis, Banyak perempuan yang menjadi sadar akan penampilannya sehingga mereka berusaha untuk memperbaiki penampilannya yang sesungguhnya merupakan jalan agar perempuan tadi indah untuk dilihat oleh laki-laki. Dengan kata lain laki-laki akan lebih terpuaskan menjadikan perempuan sebagai obyeknya.
  • Perempuan Mistis, Perempuan yang menaggap dirinya lebih baik dari perempuan lain karena mereka patuh pada ajaran norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat, mereka dituntut untuk menjadi perempuan yang ideal.

Yang paling memprihatinkan dari kesemua peran tersebut (Menjadi Isteri, Ibu dari anak-anak, Pelacur, Perempuan Narsis dan Perempuan Mistis) adalah sebenarnya bukan konstruksi yang dibangun oleh perempuan itu sendiri, melainkan harus menerima persetujuan dari dunia maskulin.

Dalam konsep eksistensialis, maka perempuan memiliki keberdayaan atau power dalam menjalankan perannya di dunia ini, yaitu perempuan dianggap ada, perempuan dianggap eksis dalam dunia laki-laki. Tentu saja, tidak ada alasan untuk menganggap perempuan lebih rendah, karena beberapa sebab seperti dating bulannya atau kehamilannya, namun perempuan harus merasa bangga dengan seksualitasnya, harus bangga dengan akan tubuhnya. Poin terakhir pada pembahasan konsep feminism eksistensialis adalah perempuan haru mampu menentukan nasibnya sendiri serta perempuan harus memiliki power untuk keluar dari jeratan patriarkis yang selama ini memenjarakan wanita karena dominasi maskulin.

Feminisme Radikal

Feminisme radikal libertarian yakin bahwa semakin sedikit perempuan terlibat di dalam proses reproduksi, semakin banyak waktu dan tenaga yang dapat digunakan untuk terlibat di dalam proses produktif masyarakat.

Feminis radikal kultural yakin bahwa sumber utama kekuatan perempuan ada pada kekuatan mereka untuk menghadirkan kehidupan baru. Bagi feminis radikal kultural, kunci pembebasan perempuan adalah dengan menghapuskan semua institusi patriakal ( misalnya industri pornografi, keluarga, prostitusi dan heteroseksualitas yang diwajibkan)

Perempuan adalah mahkluk yang paling penting dan memegang kendali kehidupan dengan adanya alat reproduksi di dalam tubuhnya. Filosofi tentang tubuh perempuan bagi saya adalah sangat menarik. Keunikan fisik tubuh perempuan yang memiliki payudara yang besar (karena hormon progesteron), menstruasi dan rahim sebagai alat reproduksi, yang tidak dimiliki oleh laki-laki, justru merupakan ”kekuatan” bagi perempuan. Saya tidak menyangkal, jika ”kekuatan perempuan” ini lah yang kemungkinan menjadikan laki-laki merasa iri dan melakukan opresi terhadap perempuan, laki-laki ingin ”merampas kekuatan” perempuan, dengan menciptakan kehidupan yang tidak harmonis yang dapat dimulai dari kehidupan keluarga dan mayarakat.

Dengan keunikan tubuh tersebut, perempuan harus menjadikannya sebagai alat bargainning untuk merebut kembali kekuatan tersebut. Perempuan harus menentukan sendiri laki-laki terbaik (pasangannya) yang berhak menjadi pasangannya untuk membangun kehidupan melalui kesepakatan yang dibangun sebelum hidup bersama. Menurut saya, institusi perkawinan adalah salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh perempuan sebagai sarana untuk mengembalikan kehidupan dan kekuatan perempuan yang sesungguhnya. Penentuan kehamilan, jenis kelamin anak, masa depan pengasuhan, model pengasuhan, merupakan point penting untuk dijadikan alat bargainning sebelum menikah.

Aliran ini bertumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarki. Tubuh perempuan merupakan objek utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki. Oleh karena itu, feminisme radikal mempermasalahkan antara lain tubuh serta hak-hak reproduksi, seksualitas (termasuk lesbianisme), seksisme, relasi kuasa perempuan dan laki-laki, dan dikotomi privat-publik. “The personal is political” menjadi gagasan anyar yang mampu menjangkau permasalahan prempuan sampai ranah privat, masalah yang dianggap paling tabu untuk diangkat ke permukaan.

Pembahasan

Pada Konsep teori diatas, Dapat dihubungkan antara kecenderungan program olahraga di TV terfokus pada program One Stop Football yang sebagian besar ditonton oleh laki-laki dipandu oleh presenter wanita yang rata-rata berpenampilan cantik, seksi dan menarik dan kaitannya dengan dominasi laki-laki terhadap perempuan. Namun dalam hal ini perempuan memiliki power dan diuntungkan secara teori eksistensialis, karena perempuan di posisi ini adalah perempuan hebat, perempuan yang tidak mudah didominasi laki-laki, bahkan perempuan eksis dalam dunia sepak bola yang mayoritas didominasi oleh laki-laki sekalipun. Jadi pada teori eksistensialis yang dibahas diatas, seorang wanita memiliki peran tidak selalu didminasi oleh laki-laki bahkan memiliki kekuatan untuk menjadikan dirinya tidak selalu terjajah dalam patriarki kaum maskulin yang selalu menjadikan perempuan sebagai objek sedangkan kaum maskulin menjadikan dirinya menjadi subjek yang dapat memperlakukan wanita dengan sesuka hati bahkan memenjarakan wanita dalam dominasi patriarki laki-laki.

Sedangkan pada feminism radikal, yang merupakan kontra teori dalam pembahasan dominasi presenter wanita dalam program One Stop Football, dapat dibahas bahwa dalam program yang memang didominasi oleh kaum wanita tersebut menggarisbawahi adanya penampilan yang seksi dan terbuka dengan mempertunjukkan bentuk tubuhnya yang elok dan seksi merupakan sebuah langkah yang merugikan perempuan karena dalam program tersebut dimana laki-laki menjadi pemirsa mayoritasnya perempuan dinikmati secara seksualitas serta bentuk tubuhnya dengan berpakaian terbuka dan menarik perhatian laki-laki, disinilah media memanfaatkan perempuan untuk dinikmati oleh laki-laki dalam program One Stop Football. Hal ini tentunya sangat merugikan wanita karena eksploitasi wanita untuk kepentingan media.

 

Daftar Pustaka

 

Putnam Tong, Rosemarie. 1998. Feminist Thought, Pengantar Paling Kompehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Jala Sutra, Yogyakarta.

http://www.jadwalpertandingan.net/2011/04/jadwal-acara-olahraga-televisi-nasional.html

            http://www.trans7.co.id/frontend/home/view/161

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s