Ayahku Pembohong

Me and My DadSeorang ayah tidak lain adalah inpirasi bagi saya, saya kagum sama ayah. paling tidak rasa bangga ini akan melekat sampai kapanpun. Januari 2012, beliau diuji. Ketika sedang berikhtiar untuk berusaha mencari nafkah ke ibu kota, beliau meminjam sebuah mobil dari seorang teman yang sudah dianggap seperti saudara sendiri. Berangkat bertiga bersama 2 partner bisnisnya (yang satu adalah teman lama,Pak Mulyono namanya, yang satu temen yang baru dikenal beberapa minggu dan tiba-tiba mengajak bermitra). Dari sana, Ayah tidak memiliki pemikiran negatif alias su’udzan sama rekan bisnis barunya yang ngakunya dari Pemalang. beberapa hari nginep dirumah, berangkatlah mereka bertiga ke Jakarta dengan niat tulus. tetiba di sebuah hotel, tanpa ada prasangka buruk ayah menyerahkan mobil tersebut untuk diparkirkan oleh rekan bisnis barunya, kemudian ayah dan pak mulyono masuk ke lobi hotel untuk check in, setelah check in, Ayah baru sadar kalau mobil yang ia pasrahkan tersebut RAIB!! HILANG entah kemana dibawa oleh rekan bisnis barunya.

Dari sanalah musibah datang, dari mulai dituduh menggelapkan mobil bersekongkol dengan rekan bisnis barunya, nama baiknya dicemarkan, hingga dilaporkan ke kepolisian, ia jalani dengan sabar, belum lagi kami harus menanggung hutang ratusan juta untuk membayar denda kehilangan mobil teman ayah, dan berbagai macam perlakuan yang merendahkan beliau dan keluarga kami.

Namun, ketika beliau bertemu anak-anaknya, beliau selalu menampakkan wajah ceria, seakan-akan tidak ada masalah yang menimpanya, beliau selalu memberikan nasihat-nasihatnya bahwa cobaan ini pasti bisa dilewati, beliau selalu menganggap bahwa ujian ini adalah bentuk kasih sayang Allah, beliau selalu melarang anaknya untuk ikut campur dalam masalah ini, selalu mengaku kalau masalah ini sepele, bahwa beliau bisa mengatasinya sendiri, dan bahwa beliau mengaku kalau beliau tidak sedih dan kecewa dengan perlakuan orang atas musibah ini.

Tapi dalam hatinya, saya tahu ini menyakitkan, ini penghinaan bagi seorang imam, ayah paling hebat sedunia. Saya tahu Ayah bohong, saya kenal ayah lebih dari 20 tahun. Saya tahu Ayah sedihm saya tahu ayah menangis di belakang kami, saya tahu Ayah kesusahan menghadapi masalah ini, SAYA TAHU AYAH MEMBOHONGI kami dengan segudang alasan agar anak-anaknya tidak ikut memikirkan permasalahan ini. Agar anak-anaknya tetap bisa fokus sekolah dan mengukir prestasi.

SAYA TAHU AYAH BOHONG, Tapi SAYA SAYANG, Kebohongan itu membuat doa kami semakin menjadi-jadi kepada Allah, ya, hanya doa yang bisa kami lakukan untuk membantu beliau, hanya doa dan ikhtiar untuk membuat Ayah bahagia yang bisa kami lakukan..

Terimakasih Ayah…I LOVE YOU…

2 thoughts on “Ayahku Pembohong

  1. Hallo, Bar… Family Gathering AIESEC UNDIP 2010, aku duduk di samping ayahmu. Kami ngobrol lumayan banyak. Aku ingat banget bagaimana usaha seorang ayah dari seorang Akbar dari Pekalongan berangkat ke Semarang untuk menghadiri Family Gathering, untuk anaknya. Setiap topik yang kami obrolin waktu itu singkat-singkat sampe berganti ke topik lainnya, tapi obrolan waktu itu menginspirasi saya jauh dari yang aku bayangin, Bar. Aku rasa meskipun tulisan ini adalah tulisan kebanggaan kamu sebagai anak terhadap ayahnya, tapi menurut aku, ayahmu bukanlah pembohong, Bar. Jika beliau menutupi masalahnya, kalian anak2nya nggak akan pernah tau kalau ayah ada masalah. Beliau tetap tersenyum, berusaha supaya kalian nggak ikutan sedih, karena hanya senyuman dan doa kalian yang menguatkan beliau. Beliau seorang family man sejati menurutku, terlihat saat beliau datang waktu itu ke Semarang. Salam sama keluarga, Bar. GBY, all.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s