Love Letter to My Family

Kenyataan bahwa ujian Allah diberikan kepada siapapun hamba’Nya adalah sebuah kenyataan yang indah, bahwa ujian yang menimpa kami sekeluarga adalah sebuah hikmah luar biasa bagi kami sebagai hamba terpilih yang ‘siap naik level’. Kenapa naik level ? ya karena memang ujian dan cobaan pada dasarnya menaikkan derajat kita sebagai manusia dengan syarat dan ketentuan berlaku. Menerima cobaan dan ujian dengan sabar, ikhlas, dan memperbaiki diri dan mendekatkan hati lebih dan lebih dekat dengan Allah. Ya, ujian itu istimewa..LUAR BIASA

Bagi keluarga kami yang hidup sederhana, biasa-biasa saja meskipun kami tidak punya mimpin yang biasa-biasa saja, ujian ini luar biasa datangnya. Januari 2012 awal tahun membuka perjalanan hidup di tahun ini tidak seperti biasanya, Ujian ‘ditipu’ partner bisnis, Ayah menerima ujian yang begitu berat, mental, bahkan pikirannya serta tenaganya tercurah untuk bangkit dari keterpurukan, meski sekarang masih proses, tapi harus dijalani.

Nia, Adik perempuan yang sekarang menginjak usia dewasa, dan harus menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro Jurusan Management dengan biaya masuk 30 juta juga harus menghemat pengeluaran, salah satu caranya adalah dengan tinggal sementara bersama Budhe.

Ujian seberat ini memang baru pertama kali kami terima, ceritanya adalah saya bikin account bank Mandiri, tapi karena KTP saya expired, jadi account diblokir dan uang yang saya tabungkan tidak bisa diambil, ini kali pertama dalam sejarah perkuliahan, di saku tinggal 2ribu rupiah, dan adek cuma pegang uang 10ribu rupiah. Hiks

Afka, si bungsu ulang tahun, tapi kita nggak bisa ngasih hadiah apapun karena memang semuanya serba sulit, saya tahu si bungsu menginginkan sesuatu di hari ulang tahunnya, saya juga pengen kasih dia jam tangan yang lebih bagus dibandingkan jam tangan yang ia pakai sekarang yang udah buluk. Tapi dengan begitu legowo dia memendam keinginan akan sebuah hadiah ulang tahun. Sebenarnya agak merasa sedikit bersalah seharusnya saya bisa kasih dia hadiah ulang tahun, karena memang dia SMA di Jogja, jauh dari keluarga serta saat ini uang yang masuk ke rekeningnya berkurang drastis karena investasi Ibu mandeg. Udah gitu, si Afka ini habis sakit, jempolnya cantengan dan harus dioperasi. Sabar Dek Afka

Si Nia, jatuh dari motor dua hari lalu, kaki tangannya lecet-lecet, dan beberapa komponen motor ada yang rusak. Kemarin ternyata kehabisan bensin di tengah jalan, Pas disamperin di TKP dengna membawa bensin satu botol Aqua, dia lagi nangis sendiri ditengah terik matahari karena merasa jengkel dengan kejadian belakangan ini.

Allah, Ujianmu sungguh hebat, tapi kami Insya Allah tetap husnudzan terhadap semua takdir-Mu, terimakasih telah mengingatkan kami dengan cara yang dahsyat, saya yakin kami semua akan jadi makhluk-Mu yang siap naik level, ke puncak tertinggi keimanan kami kepada-Mu, kami juga tidak akan pernah lelah memohon, kuatkanlah kami melewati semua menghadapi semua ujian dan cobaan hidup.

Buat Umi, Abi, Dek Nia, Dek Afka, yuk mari sama-sama tingkatin ibadah, minta sama yang maha Memberi, semoga hati kita disatukan dalam lingkar keimanan, Laa Tahzan, Innallaha Ma’ana, ‘Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita’

Love U so Much

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s