Don’t Skip the Process !

Terkadang menjadi manusia instan memang nyaman, tapi jangan salah menjadi nyaman dengan instan itu kadan menjadi jurang pemisah kita dengan kesuksesan. Mereka yang saat ini sukses saya yakin mereka menikmati prosesnya, dibalik proses itu bentuknya seperti apa, tapi proses itulah yang membuat mereka sukses saat ini.

Sekedar share aja tahun 2008 lalu ketika saya lulus SMA sempat bimbang, bingung, kalo kata anak muda jaman sekarang ‘GALAU’. Gimana nggak, teman-teman seangkatan udah pake jaket almamater kampusnya masing-masing sedangkan saya untuk masuk ke Perguruan Tinggi-pun tersendat-sendat, tentunya waktu itu Perguruan Tinggi Negeri yang menajdi idaman.

Sempat waktu itu ikut jalur rapot, tapi alhasil masuknya ke jurusan Teknik Elektro. Sempet mikir untuk ambil itu karena waktu SMA saya jurusan IPA paling tidak pernah ‘makan’ buku kimia, fisika, dan tetek bengeknya. Tapi saya lebih memutuskan untuk TIDAK masuk jurusan Teknik Elektro karena memang nggak minat dan punya keinginan untuk ambil jurusan IPS, kalo kata anak jaman sekarang itu Teknik Elektro bukan Passion.

Sempat ikut beberapa kali tes masuk PTN, dari mulai UM UGM, SMUP UNNES, SIMAK UI, UMB (Ujian Masuk Bersama), UM STAN, SNMPTN, UM UNSOED, dan semuanya berujung dengan kegagalan. Sempat berpikir untuk masuk Perguruan Tinggi Swasta, tapi disarankan Abi waktu itu untuk ikut bimbingan belajar persiapan Ujian Masuk di Bandung. Akhirnya saran itu yang saya ambil, dengan banyak konsekuensi, akhirnya saya memilih menunda kuliah dan menikmati proses bimbingan di Bandung.

Akhirnya berangkatlah saya bersama Abi menggunakan Sepeda Motor ke Bandung (ini ide agak sedikit gila, please jangan ditiru) dan Sony Sugema College-lah yang menjadi pilihan untuk berbenah diri. Waktu itu tempatnya ada di belakang ITB di Jalan Sumur Bandung, dan saya ngontrak di sebuah kontrakan kecil bareng mahasiswa ITB, waktu itu saya dibantu sama Yuniar Gita Pratama seorang mahasiswa genius asal Slawi yang ternyata usut punya usut masih sodara jauh (Sayangnya sekarang Gitta; sapaan akrabnya sudah meninggal dunia karena Leukimia) dan saya satu kontrakan sama mahasiswa Farmasi, Matematika, Teknik Perminyakan dan Teknik Fisika.

So, what am i doing in Bandung ? Yap, setiap hari diisi dengan belajar, belajar, dan belajar, bimbel setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 10, sabtu-minggu libur, pulang bimbingan belajar, baca buku, tidur siang, belajar lagi, latihan soal lagi, baca buku lagi, belajar kelompok kadang-kadang, dan masih banyak proses yang saya lalui untuk mendapatkan gelar mahasiswa di PTN.

Sampai tahun 2009 akhirnya pendaftaran PTN mulai lagi dibuka, saya mengikuti beberapa tes masuk : SIMAK UI, UM UNDIP, UM UGM, UMB, dan SNMPTN. Semuanya punya cerita unik ketika menjalani tesnya…

Waktu SIMAK UI, saya ikut Tes di Bandung, waktu itu saya punya mantan pacar namanya Ukhti dia adik kelas saya, karena saking deketnya waktu itu, akhirnya ikutlah si Ukhti ini ke Bandung buat ikutan tes serupa. Karena bingung mau ditempatin dimana akhirnya saya tempatin aja dikamar, dan saya tidur di ruang TV. Untungnya anak-anak kontrakan gampang diajak kong kalikong, jadi ‘menyelundupkan’ cewek ke kontrakan aman. Semalam sebelum ikutan SIMAK UI, tiba-tiba kebangun di sepertiga malam, akhirnya tahajjudlahs saya, entah kenapa waktu itu bawaannya pengen curhat ke Allah sampai plong, waktu itu hampir satu jam doa isinya cuma nangis, nyesel, mohon dipermudah jalannya. Itu malam terindah yang pernah saya lalui bersama Tuhan. Allahu Akbar

Pas mau ikutan UM UGM, saya nekad pake motor dari Tegal ke Jogja, perjalanan hebat ketika itu, gerimis, mendung, angin kenceng, panas terik diterjang, sampe kesasar pula! Tidur umpel-umpelan sama temen, dan makan seadanya itu nikmat ternyata.

Ada lagi pas UM UNDIP, waktu mau registrasi peserta Ujian, nekad lagi pake motor ke Semarang dari Tegal, bayangin dari Alas Roban Batang sampe Semarang itu hujan deres, tambah angin kenceng, pake jas hujan sih tapi robek di Kendal, alhasil basah kuyup dan baju ganti basah semua, pas registrasi pake baju yang masih sedikit basah dan kumel. hehehe…Masih ada lagi! mungkin karena hujan-hujanan jadi akhirnya pas hari H Ujian saya kena typus, dan harus bed rest. Tapi nekad lagi saya pake kereta pagi-pagi ke Semarang dengan keadaan lemes dedes dan tak berdaya, sampe ruang ujian telat dan karena pengaruh obat, jadi ngantuk..nggak beres pula ngerjainnya.

Nah, dari semua proses yang saya alami, Alhamdulillah berkat tangan Tuhan yang tak pernah ingkar janji, saya diterima di tempat saya kuliah sekarang di Komunikasi UNDIP lewat jalur SNMPTN dengan biaya masuk 3,8 Jutaan. Itu murah banget termasuknya, biaya SPP juga kurang dari 1 juta, sama SPP adekku yang SMA aja masih murahan sini..hehe…

Tuhan tak pernah ingkar janji, menjalani dan menikmati sambil mengambil pembelajaran dari sebuah proses merupakan satu kewajiban ketika kita mencapai sukses. Jangan jadi orang yang serba instan. Tuhan punya rencana yang Indah bagi hamba-Nya yang mau berproses, so, DON’T SKIP THE PROCESS!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s