Jaringan Rumah Usaha : Bukan Sekedar Berkomunitas

Memasuki semester tujuh, menurut saya adalah memasuki persimpangan jalan. Dimana kita dihadapkan terhadap banyak pilihan. Diantaranya adalah pilihan akan karir. Tidak bisa dipungkiri bahwa saya sebagai anak pertama mempunyai tanggungan yang besar terhadap karir yang akan saya jalani. Paling tidak saya dihadapkan pada pilihan karir sebagai berikut (menurut Robert. T. Kiyosaki) : Menjadi Karyawan, karyawan lepas, pengusaha, atau investor. Untuk menjadi investor tetunya dibutuhkan modal yang lumayan, dan saya tidak memiliki itu. Menjadi pekerja lepas di bidang Komunikasi (karena kuliah saya di Komunikasi) seperti menjadi konsultan juga membutuhkan banyak sumber daya dan modal yang tidak sedikit. Tentunya keduanya bukan merupakan alternatif pilihan yang tepat untuk saya saat ini. Saat ini, pilihan yang paling mungkin adalah menjadi pegawai atau pengusaha dan segara menentukan action step yang akan dilakukan terhadap pilihan itu.

 
Menjadi pegawai tentunya kita mencari penghasilan yang besar dengan pekerjaan yang kita enjoy menjalaninya serta memungkinkan kita untuk belajar lebih banyak. Pilihan yang paling memungkinkan untuk mendapatkan hal tersebut adalah merantau ke Ibu kota. Dan ternyata pilihan itu saya hindari, merantau mencari nafkah ke Jakarta bukan pilihan yang saya pilih. Alasannya bisa dibaca di postingan saya yang berjudul Saatnya Pemuda Berjihad Ekonomi, Berhijrah Mental (Mimpiku untuk Tegal Berdaya, Karena dengan Berdaya kita Merdeka). Saat ini pilihan saya jatuh pada jalan untuk menjadi pengusaha. Membuat pilihan tentu saja bukan sekedar membuatnya tanpa langkah nyata yang akan ditempuh untuk mencapai pilihan itu.
Entah apa yang membuat saya nekad menghubungi salah satu orang hebat di Indonesia, iLik sAs. Dan entah kenapa mas iLik sAs merespon DM twitter saya yang hanya minta waktu untuk sekedar sharing dan ngobrol ‘ngalor-ngidul’. Padahal mas iLik seorang yang sibuk dan banyak orang penting yang menghubungi untuk sekedar bertemu dan sharing. Beliau adalah social entrepreneur sekaligus founder dari Jaringan Rumah Usaha, sebuah komunitas yang mendampingi orang-orang dalam menjalankan bisnis, singkatnya begitu (untuk lebih lanjutnya bisa buka situs http://www.rumahusaha.com). Pertama kali ngobrol empat mata dengan beliau banyak hal yang saya ceritakan, tentang hidup, perjalanan saya, serta mimpi dan harapan saya. Seketika beliau memberikan banyak masukan dan cerita yang sangat indah menurut saya. Dan beliau adalah pendengar yang sangat baik yang mau mendengarkan ocehan mahasiswa biasa yang baru memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur seperti saya.

 
Beberapa kali bertemu, beliau memperkenalkan saya dengan Jaringan Rumah Usaha, system pendampingan bisnis, bisnis-bisnis yang telah berkembang serta anggota komunitas yang mereka banyak menginspirasi saya dengan berbagai macam cerita hidupnya yang berliku namun mereka menjadi seseorang sekarang. Singkat cerita, saya memutuskan untuk bergabung degan Jaringan Rumah Usaha dengan alasan karena saya ingin menjadi seorang entrepreneur. Paling tidak untuk bisa istiqomah berada di jalur ini saya harus berada pada lingkungan yang mendukung. Jaringan Rumah Usaha-lah yang mendukung saya untuk tidak menjadi pegawai. Yang membuat saya semakin yakin berada di Jaringan ini adalah slogannya yang selalu “Bermanfaat dan Berbuat Baik”.

 
“Menjadi bagian dari komunitas kita bukan hanya mengambil apa yang bisa kita ambil dari komunitas, tapi apa yang bisa kita beri” itu kata mas iLik pada beberapa saat setelah saya memutuskan untuk bergabung. Yang membuat berbeda dari komunitas lainnya adalah system yang diberlakukan bagi sesame anggota komunitas dalam proses mereka belajar, mas iLik menerapkan system belajar-mengajar bagi saya dan beberapa anggota komunitas. Yaitu kita melakukan kegiatan mengajar sebagai kontribusi kita kepada komunitas dengan kompetensi apa yang paling menonjol dari kita dan kita belajar apa yang ingin kita pelajari dari komunitas tersebut. Intinya pembelajaran yang saya jalani saat ini menumbuhkan mental melayani dan bertumbuh secara komunal.

Suasana "Sinau Bareng"
Akhirnya saya diarahkan untuk mengajar dan memfasilitasi belajar bahasa bahasa Inggris kepada keluarga komunitas karena memang diantara anggota yang lainnya, bahasa Inggris saya paling menonjol dan kemampuan berbahasa Inggris di komunitas yang masih sangat kurang padahal saat ini bahasa Inggris bukan lagi menjadi kompetensi nomor dua tapi menjadi bahasa pengantar bisnis Internasional. Kemudian pertanyaannya apa yang saya dapatkan ? Jawabannya adalah lebih dari apa yang saya berikan kepada komunitas, saya belajar bisnis dengan cara yang benar dan bersih, saya belajar desain karena basic-nya memang komunitas itu banyak berkecimpung di industry kreatif, dan masih banyak lagi pelajaran yang saya dapat di komunitas hebat ini. Terutama saya belajar hidup dari banyak cerita yang saya dapatkan dari para keluarga jaringan ini.

 
Mengajarkan bahasa Inggris bukan tanpa kendala, believe it or not yang saya ajarkan bukan lebih muda dari saya atau seumuran, mereka jauh lebih ‘dewasa’. Termasuk saya juga memfasilitasi pembelajaran untuk mas iLik dan Mbak Rin (istrinya), serta anak pertama dan ketiganya. Tapi jangan ditanya, semangat mereka untuk belajar bahasa Inggris sangat membanggakan, tidak kalah dengan anak sekolahan, pertemuan pertama sangat menyenangkan, begitu pula dengan pertemuan-pertemuan berikutnya. Setiap pertemuan kita membahas satu topik dan masing-masing peserta belajar harus menjelaskan isi topic melalui media story telling dengan bahasa Inggris. Lancar ? Tentu belum, tapi saya punya keyakinan suatu saat dengan intensitas dan komitmen bersama kita semua bisa lancar berbahasa Inggris dengan percaya diri.

 
Banyak pelajaran yang saya petik dari kegiatan memfasilitasi belajar percakapan bahasa Inggris di keluarga Jaringan Rumah Usaha. Semangat untuk selalu belajar, selalu gembira ketika belajar, berani salah, konsisten, dan cerita-cerita yang selalu penuh nilai hidup. Indah, semoga Tuhan senantiasa memberikan keberkahan untuk kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s