Jangan Terjebak pada yang Nampak

Manusia seringkali melalaikan esensi dari sebuah nilai, tertipu pada yang tampak, dan terbelengu atas rutinitas yang sama sekali tak menghasilkan. Mahasiswa seringkali terjebak pada kata “prestasi” semu, mereka berlomba-lomba mendapatkan nilai A, berbondong-bondong datang ke seminar untuk mendapatkan sertifikat, dan kadang saling mengunggulkan diri sendiri untuk mendapatkan predikat “Mahasiswa Berprestasi” bahkan mahasiswa kadang lebih sibuk dari makhluk tuhan manapun dengan dalih ingin menjadi mahasiswa produktif atau sekedar berkampanye untuk menempati posisi tertentu di sebuah organisasi supaya dibilang organisatoris sukses.

Orang-orang seringkali bekerja tak kenal lelah untuk mendapatkan kecukupan finansial, atau kondisi yang sering disebut dengan kata “kaya”, jatuh bangun mencari nafkah untuk sebuah status sosial ”orang mampu”, berebut meraih simpati untuk menempati posisi tertentu dalam sebuah status sosial dan mengkastakan diri sebagai manusia berjabatan tinggi. Fenomena ini sangat sering kita jumpai di sekeliling kita. Bahkan terkadang ternyata kita sendiri-lah yang menadi bagian tersebut ?

Ironis memang, Yang nampak memang selalu menggiurkan, nilai A, status berprestasi, predikat mahasiswa sibuk, kekayaan, harta benda, jabatan, status sosial, siapa tak mau semua itu ?

Tapi bukankah seharusnya bukan nilai A, tapi ilmu dari nilai tersebut, bukan sertifikat tapi tingkat pengetahuan yang bertambah dari sebuah aktifitas pembelajaran, bukan predikat “Mahasiswa Berprestasi” tapi kebermanfaatan dan keberkahan prestasinya-lah yang seharusnya dibanggakan, bukan kesibukan semata yang ditonjolkan tapi kebaikan perbuatan yang diproduksi atas kesibukannya, bukan sok keren atas jabatan oorganisasi namun kemampuan berbagi atas tugas yang diembannya.

Bukan predikat kaya tapi kebermanfaatan kekayaan tersebut bagi orang lain, dan juga bukan jabatan atau status sosial tapi seharusnya keberkahan yang menjadi prioritas utama atas kerja keras dan jerih payahnya.

Nah, inilah pola pikir yang harus dimulai siapapun dalam mencari sebuah nilai atas hidup, menebar nilai positif untuk pribadi dan orang lain, dan senantiasa berprestasi atas aksi positif kita, bukan sebuah prestasi semu tanpa esensi kehidupan dan kebermanfaatan. Hati-hati pada apa yang  terlihat, jangan terjebak pada apa yang nampak. Karena yang nampak oleh mata (manusia) akan selalu semu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s