Kenapa Kita Harus Belajar dari Boyband-Girlband Korea ?

vopqiDewasa ini siapa yang tidak kenal dengan TVXQ, Super Junior, SNSD, Shinee, Big Bang, Miss A, T-Ara, 2NE1, 2PM, dan sederet nama Boy Band dan Girl Band asal negeri gingseng tersebut ? Siapa yang tidak asing lagi dengan lagu Sorry Sorry, Gee, Hands Up, dan masih seabreg lagi lagu-lagu Korea  yang hampir setiap hari mampir di telinga masyarakat Indonesia ? Tentunya kebanyakan remaja Indonesia fasih dengan drama Korea yang sekarang sering nongkrong di stasiun TV swasta di Indonesia. Fenomena luar biasa yang diciptakan industri hiburan negeri gingseng itu kini mendunia, bukan hanya Indonesia yang saat ini gandrung dengan hiburan-hiburan Korea, tapi efek Korean Wave atau Hallyu biasa orang Korea menyebutnya (gelombang korea ; fenomena sosial-budaya baru yang menyebar ke seluruh dunia dan memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap budaya dan pariwisata Korea) kini sudah menyebar ke berbagai belahan dunia seperti ke Amerika Serikat, Eropa, dan tentunya Asia.

Lebih sempit lagi, salah satu hal yang menjadi daya tarik Korea adalah industri musik Korea, efek Boy Band dan Girl Band Korea menjamur di negeri kita, buktinya tercatat sejak tahun 2010, puluhan Boy Band dan Girl Band Indonesia mulai bermunculan, namun dibalik itu semua, Ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran berharga dari Boy Band dan Girl Band Korea ini.

SM Entertainment contohnya, label dan manajemen artis berpenghasilan terbanyak 168.560.155.987 KRW (sekitar $ 154.000.000 USD) ini banyak melahirkan artis sekelas BoA, Kangta, TVXQ!, Super Junior, dan SNSD. Artis papan atas tersebut ternyata hadir bukan semata-mata penampilan dan wajah cantik dan gantengnya, mereka mengguncang dunia musik Korea dengan proses yang tidak mudah. Artis SM Entertainment harus melalui proses training yang tidak sebentar. Walaupun bervariasi jangka waktu mereka dilatih untuk menari dan menyanyi, tapi rata-rata mereka ditraning 2-7 tahun sebelum mereka debut. Mereka digembleng secara total untuk menjadi artis profesional dan memiliki disiplin tinggi, tidak heran kalau mereka saat ini menjadi artis yang diapresiasi masyarakat dunia karena kualitasnya. Rata-rata mereka bukan artis dadakan dan aji mumpung alias musiman. Mereka terlahir dari proses yang tidak mudah. Mereka ibarat beras, ditanam dari bibit terbaik, bulirnya ditanam dengan cara yang tepat dan dipanen pada saatnya, dan akhirnya dapat dinikmati masyarakat sejagad.

Puncaknya adalah ketika SM Entertainment, manajemen yang menaungi mereka mengadakan tour bernama SM Town ke beberapa negara (termasuk Indonesia dan Amerika Setikat). Di Amerika Serikat, mereka tampil di Madison Square Garden, gedung pertunjukan terbesar di Amerika yang terletak di New York, dimana Michael Jackson, Mariah Carey, Whitney Houston, dan sederet penyanyi papan atas Amerika pernah menginjakkan kakinya disana untuk performance. Dan artis SM Entertainment adalah artis Asia pertama yang menginjakkan kakinya kesana serta mendapatkan sambutan dahsyat dari 300 juta penonton di seluruh dunia, dan konser K-Pop pertama yang tiketnya terjual habis di seluruh negara dalam jangka waktu 15 menit.

Dari negeri gingseng kita belajar, bahwa satu pencapaian besar harus dilalui dengan proses kerja keras, bukan cara instan dan praktis. Artis-artis SM Entertainment menjadi salah satu bukti bahwa dunia takluk dengan sebuah langkah kecil namun konsisten, langkah itu bernama PROSES.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s