Kemanakah Masa Indah Kanak-kanak Kita ?

anak-anakMelihat anak kecil jaman sekarang, berbeda jauh dengan masa kita kecil. Permainan dan kebiasaannya-pun tidak lagi sama. Mari sejenak merefleksi diri, mengingat kegembiraan yang kita alami waktu kecil dulu :

Saya dibesarkan di lingkungan desa, dimana antar tetangga saling mengenal, dimana hampir tidak ada batas pagar antar rumah, kami bebas berinteraksi dengan mereka setiap saat. Di sekeliling rumah, kebetulan banyak teman sebaya yang umurnya tidak jauh dari saya, jadi saya dan teman-teman banyak menghabiskan waktu bersama.

Dulu, kami sering sekali bermain di salah satu pekarangan belakang rumah dari salah satu konglomerat desa yang sangat luas, banyak pohon mangga dan kelapa disana, suasananya teduh, rindang, dan sejuk. Disana kami bermain petak umpet, gundu, petasan, dan berbagai macam mainan tradisional seperti egrang, gobak sodor, dan lompat tali, bahkan bermain bola plastik. Di akhir pekan, bahkan tidak tanggung-tanggung kami menghabiskan waktu seharian untuk bercanda dan membuat kerajinan tangan dengan bambu ataupun kayu. Kami tertawa, riang gembira, bersama belasan teman sebaya. Indah rasanya mengingat momen-momen masa kecil kita yang menyatu dengan alam dan tidak mungkin kita ceritakan semua.

Ketika memasuki bulan puasa, kami adalah sekumpulan makhluk yang paling berbahagia. Karena di bulan puasa, di desa kami ada program tarsusnak (tarawih khusus anak-anak) dimana kami dibimbing perkumpulan pemuda setempat untuk sholat tarawih bersama di rumah-rumah warga dan diajarkan berbagai macam ilmu agama, pertengahan Ramadhan, biasanya ada perlombaan semisal lomba tilawah Al Qur’an atau lomba adzan, dan yang menang nanti akan diberikan penghargaan di acara halal bi halal pasca lebaran. Menariknya lagi, di desa kami, ada semacam kebiasaan setelah sahur dan kemudian sholat subuh berjamaah dilanjut kuliah subuh, kami ramai mengunjungi rel kereta api yang berbatasan langsung dengan sawah, disana kami jalan-jalan sambil ngobrol santai, kadang kami menaiki bukit yang ada di ujung sawah namanya bukit Raja gemantung. Tentu itu semua menjadi memori indah di masa kecilku bersama teman-teman.

Bagaimana dengan sekarang ?

Rupanya kemajuan teknologi banyak merampas kehidupan indah mereka, kehidupan sosial yang terkikis perlahan, permainan tradisional tak lagi diingat apalagi dimainkan, pekarangan mendadak sepi pengunjung, suara riuh anak-anak kecil tak lagi terdengar, kebahagiaan kita di masa kecil dulu sepertinya tak bisa kita temukan di jaman canggih sekarang ini. Mereka lebih nyaman menghabiskan waktu di depan TV, bermanja-manja dengan gadget canggih keluaran terbaru, bagi mereka dunia maya lebih mengasyikkan. Tak sedikit dari mereka yang terpaksa mengikuti les, private, belajar seharian penuh karena tuntutan orang tua dan sistem pendidikan. Semuanya jadi tidak karuan. Miris…Kemanakah masa kacil kita dulu ?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s