Why Future Leader Summit ?

FLS 2013Future Leader Summit (FLS ; Konferensi anak muda se-Indonesia untuk membahas isu sosial), organisasi ini yang sedang saya geluti, tepatnya setahun yang lalu ketika salah satu partner saya yang juga Project Leader FLS 2013, Muhamad Ibnu Sina meminta saya untuk membantunya menyukseskan acara tersebut pada Mei 2013 lalu.

Selama Oktober 2012 hingga Mei 2013 merupakan masa-masa penuh tantangan, di satu sisi saya diberi amanah untuk menjadi Program Director FLS 2013, di sisi lain saya harus menuntaskan studi beserta pernak-perniknya (magang, skripsi, dll). Tapi satu hal, saya menikmati proses itu, apalagi saya bekerjasama dengan orang-orang hebat didalamnya, orang-orang berprestasi, bervisi, peduli nasib bangsanya, dan penuh semangat. Atmosfer itu yang turut membakar semangat saya bekerja dalam kepanitiaan FLS 2013.

Selain itu, FLS menurut saya adalah satu komunitas yang keberadaannya perlu dilestarikan. Paling tidak ada beberapa alasan mengapa mau-maunya mahasiswa semester akhir turun tangan membuat acara yang dihadiri lebih dari 300 pemuda pemudi se-Indonesia, mendatangkan 13 Pembicara yang menginspirasi, dan membahas enam isu penting negeri ini. Pertama, FLS dipelopori oleh anak muda dari berbagai daerah, sehingga spirit kenusantaraannya sangat kental disini. Kedua, FLS juga bukan komunitas yang mengandalkan figur tertentu, dia besar karena kontribusinya, bukan karena sepak terjang perorangan. Ketiga, FLS besar tidak di Jakarta, seperti kebanyakan komunitas lainnya, sehingga semangat lokalitasnya tinggi, tapi bukan berarti FLS anti sentralisme Ibu Kota. Terakhir, FLS berasal dari anak muda, oleh anak muda, dan untuk anak muda, tujuan kami adalah ingin menciptakan perubahan positif di berbagai sektor, meskipun perubahan itu belum bisa dirasakan secara langsung, tapi semangat perubahan itu tak akan pernah padam, selama anak muda masih jadi ujung tombak perubahan itu sendiri.

Menjadi bagian dari panitia FLS 2013 mengajarkan saya banyak hal. Bagaimana kita menerjemahkan kepemimpinan sebagai koletifitas potensi individu yang ada didalamnya, bukan beban yang ditanggung secara personal. Bagaimana bekerjasama dengan orang baru, lingkungan baru, dan cara kerja baru. Bagaimana memimpin diri sendiri, belajar memaknai setiap keberhasilan dan kegagalan, belajar bersama dengan rekan kerja, yang jelas nambah network, nambah temen, nambah sodara, nambah pengalaman, nambah pembelajaran. Thank You, I Love FLS…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s