Kuliah aja Nggak Cukup!

Survey Angkatan Kerja Nasional tahun 2012

Survey Angkatan Kerja Nasional tahun 2012

Selagi otak lagi on fire diajak nulis, saya mau berbagi pemikiran dengan teman-teman pembaca. Sebelumnya ada yang bosen dengan data diatas ? ya, saya masih punya tugas mengupas data diatas dari perspektif dan pengamatan serta pengalaman saya. Kalo postingan terdahulu berkaitan dengan pergaulan kita dimasa kini dan korelasinya dengan kesuksesan kita di masa depan, saat ini saya akan membahas satu elemen lagi pembentuk kesuksesan, yaitu apa yang kita baca dan pelajari hari ini.

Salah satu alasan saya melampirkan (kembali) data diatas adalah mengungkap realitas mahasiswa dilihat dari angkatan kerja terdidik. Tingginya angka penganngguran dari kalangan sarjana dan diploma salah satunya dipicu oleh kurangnya wawasan, ketrampilan, dan pengalaman. Salah seorang praktisi senior periklanan dan media pernah mengungkapkan hal ini kepada saya, “kita orang agency butuh orang yang punya skill dan pengalaman, bayangin aja, masa masuk agency nggak bisa pitching, kan repot” ungkapnya. Selain itu, salah seorang CEO dari Multinational Company berpendapat bahwa “yes man” atau orang yang miskin berpendapat dan hanya mengikuti apa kata bosnya tidak masuk dalam kualifikasi perusahaan multinational dengan kata lain talent sekarang dituntut mempunyai wawasan serta gagasan dalam berpendapat, bukan hanya jadi followers. Paling tidak dua pendapat talent user tadi mewakili perusahaan-perusahaan yang juga talent user angkatan kerja terdirik (sarjana dan diploma).

Melihat realita diatas, saya berani menjamin bahwa mengandalkan bangku kuliah saja TIDAK cukup. Sekali lagi, TIDAK cukup. karena pengalaman saya selama kuliah, dosen hanya membahas materi-materi di permukaannya saja, maka dari itu mahasiswa harus memiliki inisiatif untuk memperdalamnya sendiri. Celakanya, banyak mahasiswa belum sadar akan hal itu. Hal ini paling tidak dipicu beberapa hal. Pertama, kebiasaan membaca mahasiswa rendah. Kedua, Budaya diskusi masih rendah. Ketiga, mental mahasiswa dalam mendefinisikan kata belajar. Sekali lagi saya berani jamin hanya segelintir mahasiswa yang menyisihkan waktu luangnya untuk membaca, diskusi, atau belajar.

Saya kira peluang mahasiswa untuk belajar saat ini terbuka sangat lebar, apalagi kita terbantu dengan adanya teknologi. Cara kita belajar saat ini sangat bervariasi, mulai dari artikel, slide presentasi, e-book, bahkan jurnal sekarang berceceran di berbagai situs di internet. Lebih dari itu, saat ini video juga bisa menjadi sarana menggali inspirasi, serta sarana kita belajar dari tayangan-tayangan edukatif. Lebih dari itu, internet juga memudahkan kita berdiskusi dengan pakar dari belahan dunia manapun, sekarang tersedia sarana untuk kuliah dengan dosen dari universitas kelas dunia. Saat ini saya kira tidak ada alasan seseorang ketinggalan update tentang perkembangan dunia di belahan manapun, di bidang manapun. Tinggal kita mau atau tidak untuk memanfaatkan itu semua. Bukan hanya berjejaring sosial saja di media seperti facebook dan twitter.

Nah, ada beberapa tips untuk teman-teman yang mau belajar, monggo disimak :

  1. Internet saat ini menjadi kebutuhan primer, dimana informasi dapat diakses secara real time. Jadi paling tidak, pastikan kita untuk selalu tersambung dengan koneksi internet.
  2. Baca! Kalo internet bisa numpang wifi cafe ato kos sebelah, kalo membaca hukumnya wajib. Membaca apapun. Buku, majalah, jurnal, artikel, e-book, website, slide presentasi, infographic. Jangan salah! orang-orang cerdas di dunia macam Einstein, Bill Gates, Edison, sampai Beethoven adalah maniak membaca.
  3. Tonton! Jangan hanya streaming drama korea, k-pop, ato cuma liat video yang nggak bermutu di youtube. Cobalah gali inspirasi dari orang-orang hebat yang terekspose di youtube, coba cari gagasan hebat dari orang-orang hebat pula. Coba belajar dari video-video tentang dunia yang sedang kita geluti sekarang.
  4. Datangilah forum diskusi dan belajar. Saat ini banyak sekali aktifitas diluar kuliah yang memberikan kesempatan kita untuk belajar. Seminar atau talkshow salah satunya, jangan sungkan untuk datang ke berbagai seminar dan talkshow, meskipun kadang kita harus membayarnya anggap saja itu investasi. Tapi saat ini tidak sedikit yang belajar tanpa mengeluarkan sepeser uangpun. Misal saja datang ke kopdar komunitas, datang ke kelas Akademi Berbagi (sebuah komunitas yang berjejaring lewat media sosial untuk mengadakan kelas gratis tiap bulannya dengan mendatangkan praktisi dan membuka kesempatan bagi siapapun untuk belajar, GRATIS!). So, nggak ada alasan lagi untuk tidak belajar
  5. Stay update. Nah, berhubung dunia akademis banyak mengajarkan kita berteori tentang jurusan yang kita pilih selama kuliah, dan pemikiran-pemikiran teoritis terbaru kadang belum tentu didiskusikan selama perkuliahan, inisiatiflah untuk selalu update perkembangan dunia yang sedang kita geluti. Berdiskusilah, berjejaringlah, ini jadi salah satu alternatif pembelajaran dua arah yang tidak membosankan. Kita tahu perspektif orang lain tentang suatu hal.

Sekali lagi, belajar tidak mengenal waktu, usia, batasan geografis, dan media. Bangku sekolah dan bangku kuliah saja tidak cukup, karena belajar adalah tanggung jawab setiap individu. Ingat bahwa salah satu elemen pembentuk kesuksesan kita di masa depan adalah apa yang kita baca dan pelajari hari ini. Kita terlahir atas perintah belajar, dan sampai mati harus terus belajar. Salam jiwa-jiwa pembelajar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s