Co-creation Perusahaan dengan Komunitas Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Baru (Studi Kasus Sepeda Polygon dengan Komunitas Bike to Work Indonesia)

Selamat Sore, akhirnya nulis lagi setelah rehat beberapa bulan karena fokusnya teralihkan Skripsi dan Kelulusan.

Ini tulisan pertama saya setelah bergelar Sarjana Ilmu Komunikasi (Alhamdulillah), edisi kali ini saya mau share jurnal penelitian saya tentang komunikasi pemasaran yang kebetulan jadi tugas akhir (skripsi) S-1 saya di jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro.

 

co-creation model

Co-Creation Model by Muhamy Akbar

 

 

Selamat membaca!🙂

Sekarang ini konsumen terhubung satu sama lain, berdaya, dan secara aktif mencari informasi (Prahalad & Ramaswamy, 2004:5). Lebih dari itu, konsumen mulai membentuk komunitas, saling mempengaruhi, dan berbagi informasi dengan adanya internet dan media sosial. Perusahaan harus cepat beradaptasi dengan pergeseran pola konsumsi tersebut, maka dari itu saat ini banyak perusahaan yang berlomba membuat komunitas mereknya, bahkan tidak sekedar membuat komunitas, mereka berlomba untuk memelihara komunitas hobi (interest community) yang berpeluang besar menjadi konsumen potensial. Namun mayoritas perusahaan di Indonesia masih sebatas pada tahapan tersebut. Menurut temuan penelitian, konsumen yang aktif dalam komunitas cenderung berusaha meningkatkan nilai produknya. Konsumen saat ini juga melihat seberapa jauh produsen memberikan ruang bagi konsumen untuk berpartisipasi dalam penciptaan nilai (Ardianto & Soehadi, 2013:84).

Keunikan diperlihatkan Polygon, salah satu produsen sepeda yang menggandeng komunitas pekerja bersepeda Bike to Work (B2W) dalam menciptakan Sepeda kuning bertuliskan Bike to Work yang dirancang khusus untuk anggota komunitas B2W serta kegiatan kolaborasi lainnya yang mendukung aktifitas perusahaan seperti perancangan desain sepeda yang sesuai dengan medan perkotaan serta bagaimana melakukan penyadaran masyarakat akan gaya hidup bersepeda yang membuahkan hasil positif terhadap penjualannya. Dalam konteks pola interaksi perusahaan dan komunitas, hadirnya sepeda B2W bisa dikatakan sebagai nilai produk atau layanan dengan melibatkan komunitas (value co-creation).

Kegiatan co-creation yang dilakukan Polygon dan komunitas Bike to Work Indonesia tentunya dibangun dengan adanya dialog dan interaksi secara terbuka dan transparan dari perusahaan kepada komunitas yang kemudian direspon secara positif (Prahalad dan Ramasmawi, 2004:9). Selain itu, Pola interaksi yang terbangun antara keduanya juga memiliki peran penting dalam cocreation.
Melihat kondisi diatas, maka pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana implementasi strategi co-creation Polygon dengan komunitas Bike to Work Indonesia ?

Selengkapnya silahkan Download Jurnal Co-creation

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s