Ketemu Langsung Lamaran, Lanjut ke Pelaminan (Part.1)

Me and My Wife

Me and My Wife

Menikah itu ternyata hanya soal mental. Paling tidak ini yang saya rasakan ketika sudah sah menjadi suami dari Nurlia Erfani (Lia, begitu teman-temannya menyapa), perempuan yang saya persunting pada 22 Juli 2015 kemarin. Bagi kami yang menikah tanpa melalui proses -apa yang disebut dengan- pacaran, tentunya menjadi cerita unik yang kali ini ingin saya bagi kepada pembaca. Semoga pernikahan kami bermanfaat dan menjadi jalan dakwah.

Awal Pertemuan

Sungguh Allah mempertemukan kami dari jalan yang tidak pernah disangka sebelumnya. Facebook, di jejaring itulah kami dipertemukan kembali setelah kurang lebih enam tahun lamanya tidak pernah berkomunikasi. Lia adalah teman baik temanku, kami berbeda sekolah dan tak pernah satu almamater. Kami pernah bertemu saat kelas X SMA dan terakhir kali bertemu menjelang kenaikan kelas XII. Pertemuan kami tidak lebih dari pertemuan biasa, sebatas saling kenal nama dan sekolah masing-masing.

Enam Tahun Kemudian

Usut punya usut, ternyata kami berteman di jejaring sosial bernama facebook. Saling ‘like’ dan mengomentari postingan masing-masing, itulah yang kami lakukan saat itu, postingan kami tidak lebih dari sekedar menyebarkan kebaikan dan berbagi nilai positif.

Mak Comblang

Menjelang akhir tahun 2014, dalam masa mencari jodoh, saya menyukai seorang adik kelas waktu SMA, dia sekretaris OSIS pada masa jabatan saya sebagai ketuanya. sebut saja Dini yang kebetulan satu kampus dengan Lia. Jadilah saya meminta tolong Lia untuk menjadi perantara kami berta’aruf (re : saling mengenal). Dari sana komunikasi saya dengan Lia semakin intens karena kami bersama-sama meracik strategi supaya proses ta’aruf saya dengan Dini berjalan mulus. Namun ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan, proses ta’aruf jalan di tempat karena kami tidak satu visi, lain frekuensi, dan saya memprediksi ini tidak akan berjalan sesuai rencana.

Nekad ? Mungkin

Tidak seperti proses ta’aruf yang mandeg, komunikasi saya dengan Lia justru makin menjadi, kami saling mengingatkan soal-soal ibadah, dan berbagi ilmu agama. Sampai pada suatu waktu saya menanyakan perihal siapa calon pendamping Lia via layanan pesan singkat (SMS) ? Pasti beruntung dia memiliki calon istri sholehah sepertinya, begitu kata saya dalam hati. Waktu itu kira-kira jawabannya begini “Lia sih nunggu aja ada laki-laki yang serius untuk bilang langsung ke Papa”. Entah kenapa adrenalin saya terpacu kencang, keberanian memuncak dan kukirim balasan yang bunyinya “Owh, yaudah bulan depan Aku khitbah kamu, Aku akan datang bersama keluarga”. Lebih dari satu jam saya tidak mendapat balasan. Dugaan saya antara dia mendadak pingsan atau histeris kesurupan. Tapi untungnya tidak keduanya, dia membalas singkat mempertanyakan keseriusan. Saya langsung tegaskan saat itu juga bahwa saya serius, saya tidak sedang mencari pacar, tapi saya mencari istri, saya menawarkan untuk kami berta’aruf untuk mengenal karakter masing-masing dan dia meminta waktu untuk sholat istikhoroh meminta petunjuk kepada sang empunya cinta.

Sebagai catatan, saya menyampaikan niat untuk mengkhitbah (melamar) Lia dalam kondisi belum mengkomunikasikannya dengan orang tua, entah mereka setuju atau tidak saya tak tahu. Satu hal yang pasti bahwa apabila orang tua saya setuju, semua akan baik-baik saja, tapi kalau tidak ? Bye! Bubar jalan, tidak ada lagi istilah ta’aruf antara saya dan Lia. Selesai.

Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana perasaan saya ketika hendak menyampaikan niat mengkhitbah ? saya bisa katakan saya cuma punya satu kata, YAKIN. Hanya keyakinan saya saja yang menguatkan keberanian saya untuk menkhitbah, bahwa Lia adalah istri sholehah yang bisa menjadi pendamping hidup terbaik. Baru belakangan saya tahu bahwa YAKIN adalah level tertinggi dari CINTA, karena yakin melibatkan iman, dan iman erat kaitannya dengan Tuhan.

Bersambung…

 

7 thoughts on “Ketemu Langsung Lamaran, Lanjut ke Pelaminan (Part.1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s